Senin, Juli 27, 2009

Pengertian Dasar Sistem Tata Suara

Jika kita telaah satu per satu dari kalimat di atas ada sebuah kata yang harus kita cermati bersama-sama, yaitu sebuah sistem. Jadi dapat kita simpulkan bahwa sebuah sistem tata suara adalah kumpulan dari beberapa peralatan elektronik yang didesain untuk memperkuat sinyal suara dan musik supaya dapat didengar oleh orang banyak (lebih dari satu orang) (dalam Fry, 1991). Dari kesimpulan sederhana ini, sebenarnya kita dapat menjumpai sistem tata suara ini di berbagai tempat seperti acara-acara konser yang melibatkan grup-grup band yang banyak dan atau memiliki nama yang cukup dikenal banyak kalangan hingga sifatnya hanya berupa “corong” pengumuman yang dapat kita jumpai di bandara-bandara atau di sekolah-sekolah.

Mungkin dari kilasan pengertian di atas timbul pertanyaan-pertanyaan yang biasanya sering dilontarkan para “pemula” di bidang ini, seperti: “Apa saja peralatan yang dibutuhkan untuk mendapatkan suatu sistem tata suara yang baik?” atau “Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan agar mendapatkan suatu sistem tata suara yang baik?” atau sebuah pernyataan klasik, “Dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan sistem tata suara yang baik”…

Pertanyaan dan pernyataan seperti itu sering kita jumpai.

Yang jelas, semua pertanyaan tersebut berhubungan dengan prinsip yang sama yaitu:

1. Suara-suara tersebut bergerak melalui sebuah alat yang dinamakan microphone, kita singkat saja menjadi mic.

2. Mic ini mengubah sinyal suara ini menjadi sinyal elektrik dan dikirimkan melalui kabel menuju ke sebuah alat yang dinamakan mixer, atau lebih sering dikenal dengan istilah mixing console.

3. Mixer ini mengolah semua sinyal yang masuk bersamaan dan kemudian dikirimkan kembali melalui media yang dinamakan amplifier.

4. Amplifier ini memperkuat sinyal yang dikirimkan dari mixer menjadi sinyal yang lebih kuat melalui kabel yang terhubung dengan speaker.

5. Speaker ini mengubah sinyal elektrik dari amplifier menjadi getaran mekanis yang menimbulkan gelombang suara.

6. Lalu terdengarlah suara tersebut oleh telinga kita.

Nah, seperti itulah prinsip atau cara kerja dari sistem tata suara. Bila salah satu komponen dari prinsip tata suara tersebut dihilangkan maka yang terjadi adalah ketimpangan dari sistem yang mengakibatkan suara tersebut tidak dapat didengar oleh telinga kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar